PENTUPLE BOTTOM LINE: Integrasi Akuntansi Manajemen, Lingkungan Dan Nilai Kearifan Lokal
Judul: PENTUPLE BOTTOM LINE: Integrasi Akuntansi Manajemen, Lingkungan Dan Nilai Kearifan Lokal
Puji syukur ke
hadirat Allah Swt. atas rahmat, taufik, dan karunia-Nya, sehingga buku
referensi berjudul Pentuple Bottom Line: Integrasi Akuntansi Manajemen,
Lingkungan, dan Nilai Kearifan Lokal ini dapat disusun dan
diselesaikan.
Buku ini dihadirkan
sebagai kontribusi akademik untuk memperkaya khazanah keilmuan serta memperkuat
literasi di bidang Akuntansi Manajemen, khususnya dalam merespons tuntutan
zaman yang semakin menekankan akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan. Dalam
konteks tersebut, akuntansi manajemen tidak lagi dipahami semata-mata sebagai
teknik penganggaran dan pengendalian biaya, melainkan sebagai perangkat
strategis untuk mengarahkan organisasi pada penciptaan nilai yang adil,
bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Pembahasan dalam
buku ini disusun secara sistematis dengan menempatkan Pentuple Bottom Line
(PBL) sebagai kerangka utama dalam membaca, merancang, dan mengevaluasi praktik
pengelolaan organisasi. Kerangka ini memperluas perspektif akuntansi manajemen
dengan mengintegrasikan lima dimensi utama, yaitu Profit, People, Planet,
Phenotechnology, dan Prophet. Melalui integrasi tersebut, penciptaan
nilai ekonomi tidak diposisikan secara terpisah, tetapi dihubungkan dengan
kesejahteraan sosial, kelestarian lingkungan, dukungan inovasi teknologi, serta
landasan etika-spiritual yang menjaga martabat manusia dan harmoni komunitas.
Penekanan utama buku
ini adalah memosisikan Akuntansi Manajemen sebagai “mesin penggerak”
PBL, yaitu instrumen yang menerjemahkan tujuan keberlanjutan ke dalam rencana
kerja, target, indikator kinerja utama (KPI), anggaran, analisis varians, serta
mekanisme pengendalian. Dengan pendekatan tersebut, proses pengambilan
keputusan dapat diukur, diuji, dan dievaluasi secara sistematis. Keberlanjutan,
dengan demikian, tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi hadir sebagai
disiplin manajerial yang dapat dirancang, dijalankan, dan
dipertanggungjawabkan.
Buku ini juga
menempatkan nilai kearifan lokal sebagai elemen penting dalam pengembangan
praktik akuntansi yang kontekstual. Nilai-nilai lokal dipahami bukan sebagai
pelengkap, melainkan sebagai sumber makna yang memperkuat orientasi etis,
sosial, dan ekologis dalam pengelolaan organisasi. Dengan demikian, integrasi
antara akuntansi manajemen, akuntansi lingkungan, teknologi, dan kearifan lokal
diharapkan dapat melahirkan model pengelolaan yang lebih relevan dengan
kebutuhan masyarakat serta tantangan pembangunan berkelanjutan.
Secara konseptual,
buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi akademisi, mahasiswa, peneliti,
praktisi, dan para pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap
pengembangan akuntansi manajemen dan keberlanjutan berbasis nilai. Selain
menawarkan kerangka berpikir, buku ini juga diharapkan dapat mendorong pembaca
untuk melihat bahwa akuntansi bukan sekadar alat teknis, tetapi juga medium
transformasi sosial yang berorientasi pada kemaslahatan bersama.
|
|

.jpg)



.jpg)


